Kamis, 27 Juni 2013

Menjadi Dewasa

Dulu waktu SMP dan SMA sudah bukan hal yg aneh lagi saat orang-orang mengatakan sy polos dan masih kaya anak kecil. Sy pun kadang juga heran, apakah sy sepolos itu? Okelah. Jawabannya bukan karena sy polos, tapi memang karena ini badan kecil dan kurus kering. Apa mau dikata? #yooohhh, terima-terima kalau sy kurus. Ter.se.rah. Yg penting sehattt walau ga pernah minum susu yg penting sehatt XD

Waktu kuliah, tentu saja sy masih tergolong imut-imut (item mutlak ---> gara" kerjaannya ke sawah), hehe
Iya, sama masih tergolong mahasiswa yg kecil. Tp tentu saja itu bukan hal yg heran. Karena ternyata teman sy ada juga yg kurus seperti sy, ada pula yg lebih pendek dari sy, ada pula yg sikapnya jauh kaya anak kecil drpd sy, so??? ga ada lagi sebutan polos atau kaya anak kecil lagi di dunia kampus bagi sy. Yess! XD
(Tp kenyataan ibu, kakak, adek, om, bulik, mbah tetep ketemu sy komentnya "oalah nduk..nduk.. ky masih anak SMP sj km. Gubbrak!! -____-)

Lupakan masalah polos atau anak kecil!!

Dewasa. Apalah itu yg dewasa?

Dulu saat sy masih polos, taunya ya masalah cinta monyet cinta monyet, update bgt sama lagu2 band teratas, asli sy ga mau sama sekali menjadi dewasa. melihat orang dewasa, menikah, punya anak, ahhh repottt sekali. Sangat repott.. Ingin sy hanya jadi anak kecil. Bebas. Tanpa beban, tanpa mikir dosa.

Tapi hidup adalah siklus. Mau tak mau menjadi dewasa, kita pun akan tetap mengalaminya. menjadi dewasa. Pun sama halnya dengan menjadi tua. Semua orang tak pernah mau menjadi tua, tapi yg namanya waktu akan membuktikan, kita pun akan keriput dan kembali menjadi lemah.

Kadang sy melirik ah mengapa umur sy sudah secepat ini. Saat sy pusing mengerjakan tugas kuliah terkadang ibu mengajak ngobrol di sela-sela waktu. Tentang kehidupan. Tentang menikah. Tentang ibu yg selalu mengkritik sy yg selalu malas dan mengulur-ulur waktu. Yg masih masih males kalau suruh masak. Yg selalu ngeluh saat suruh ngepel seisi rumah. Oh, ibu. Terkadang sy ingin berontak. Apa sy harus secepat itu menjadi dewasa??? bahkan saat kutanya hampir semua teman-teman sy mereka enak sekali di kos, bisa enak mengerjakan tugas tanpa beban kerjaan rumah. Saat mereka pulkam mereka pun dibebaskan dari kerjaan rumah. Bahkan teman tetangga sy yg juga anak rumahan, cewek! Oh My Allah... hidup mereka enak sekali. main keluar rumah kemanapun mereka suka.

PLAK!!

Sadar!! Sadar!!

Dewasa itu pilihan. Tidak dikatakan orang dewasa jk dy belum mengerti hakikat kehidupan.
Bahwa hidup adalah menerima, penerimaan yg indah. Bahwa hidup adalah memahami, pemahaman yg benar.

Sungguh mempersiapkan diri menjadi seorang ibu bukanlah hal mudah. Sudah bukan hal yg tabu lagi mereka muda-mudi yg menghabiskan masa mudanya dg pacaran  saat menikah? Ujung-ujungnya selalu bertengkar, mengungkit-ungkit masa lalu.
Sudah bukan hal yg tabu lagi mereka muda mudi yg sibuuukkk sekali belajar pelajaran, iya mereka sukses. Tapi saat mereka menikah, bahkan anak-anak mereka tidak terurus dg benar, karena mereka sibuk dg karir masing-masing.
Sudah bukan hal yg tabu saat mereka cewek-cewek malasss sekali mengerjakan pekerjaan rumah tangga, malas membantu ibu. Saat mereka menikah, bahkan membersihkan rumah saja tak becus, teriak-teriak pada suami saat kerepotan ngurus bayi.
Dan sudah bukan hal yg tabu lagi!! mereka cowok-cowok yg sibuk nongkrong ga jelas, malas belajar atau bekerja, sibuk nggombali cewek-cewek, sibuk tebar pesona, sibuk hanya main-main dan main. Saat mereka menikah, bekerjapun tak ada semangat-semangatnya. Gimana mau sukses? Bekerja saja mereka tak sanggup.

Oh, ibu. Sungguh aku tahu. Menjadi dewasa itu pilihan. Semua gemblengan ini, tak lain tak bukan karena kau ingin mendidikkku dengan cara lain. dengan cara benar. meski aku tak menyukainya.

Menjadi pembeda itu sulit, ibu. Saat remaja-remaja lain sibuk dibebaskan belajar tanpa disuruh membantu orangtua (yg penting mereka belajar), aku selalu diprotes ibu "kenapa tugass terus yg dikerjakan?! Nyapu dulu, ngepel dulu, nyuci piring dulu, dan blabla". Saat remaja lain sibuk main kemanapun mrk suka aku selalu dinasehati "pulangnya jg malam-malam. Kalau pergi itu ingat waktu. Masa' libur kok main terus?".

Ibu, itu semua gemblengan. Memang menjadi pembeda itu sulit. Tetapi pembeda selalu menang.

Senin, 17 Juni 2013

Kau Tahu Arti Kesedihan?

Kau tahu arti sebuah kesedihan?
Kau berdiri lama menatap ombak laut di karang, percuma. Air laut takan mampu menghanyutkan sedihmu. Mungkin hanya bisa menenangkan hatimu sejenak.
Kau tahu arti sebuah kesedihan?
Kau sibukkan diri kau dengan banyak pekerjaan, percuma. Pekerjaan itu hanya membuatmu sedikit lupa dan lelah, tapi kesedihanmu akan datang lagi bila bagian dari kesedihan itu muncul lagi.
Kau tahu arti sebuah kesedihan?
Kau tertawa dan tersenyum tipis di hadapan orang banyak, percuma. Saat kau kesepian, kesedihan itu bahkan tanpa permisi akan melumpuhkanmu lagi.
Kau tahu arti sebuah kesedihan?
Kau menghilang dan lari dari kesedihan itu percuma saja. Tidak akan ada peduli bahkan sekedar mencari kau mungkin itu hanya beberapa.
Kau tahu cara membunuh kesedihan??
Entahlah, kupikir kesedihan mendalam memang tiada obatnya selain kita sendiri mengobatinya,
Kau tak bisa mengusir kesedihan.
Kau hanya bisa bersahabat dengan kesedihan.
Sekarang kau tahu kesedihan itu apa?
Entahlah, semua itu terlalu menyakitkan dan menyesakkan untuk diceritakan.
Mungkin kalian sendiri yang bisa mendeskripsikan sendiri.

Minggu, 02 Juni 2013

Dialah yg Paling Menyakitkan

Dialah yg paling menyakitkan
Dari sekian masa lalu
Dialah yg paling menyesakkan
Ketika hati ini masih cenderung padanya
Dialah yg paling menyedihkan
Saat kusadar aku tak bisa merebut hatinya

Aku tahu
Semua perasaan ini sia-sia
dan selalu percuma
Sering kumengatakan
aku telah mengikhlaskannya
tapi di lubuk kecil
aku tak pernah bisa mengikhlaskannya

kapanpun
belum bisa mengikhlaskannya
sampai ada pengganti yg lebih baik darinya
sampai ada seseorang yg lebih menarik darinya
Sampai dia betul-betul bersanding pada yg lain

Seorang pujangga pernah mengatakan
Org yg memendam perasaan selalu bermain-main dg perasaan
selalu membenarkan khayalan-khayalan yg indah
hanya untuk menyenangkan hatinya
sampai pada akhirnya dia tdk bisa membedakan
mana yg palsu dan mana yg nyata

Ya Allah
aku serasa buta
seperti kehilangan arah
ketika aku seperti telah menenukan titik terang
sering pula titik gelap mengaburkan pandanganku
aku betul-betul buta
tidak bisa membedakan ini nyata atau maya

Aku sering mengacuhkannya
hanya dalam hal sikap
tapi aku tak pandai menyembunyikan sikap
karena hatiku tak sejalan dengan sikap
pura-pura mengacuhkannya
tapi di balik itu semua diam-diam masih memperhatikannya
pura-pura mendiamkannya
tapi di balik itu selalu ingin mengajaknya bicara dan bercanda

Ah, perasaan apa ini
hambar

Dialah yg paling menyakitkan
Karena rasa yg terpendam untuknya terlalu dalam dan lama
paling sulit dihapuska
paling menyesakkan ketika berusaha mengingatnya

Dialah yg paling menyakitkan
karena dia tak mampu mengungkapkan apa yg dirasanya
seolah dia punya rasa yg sama
tapi dia sendiri yg tak pernah mau pula menanamnya
dia membunuh perasaannya

Ketika aku berusaha terus memeliharanya dan menjaganya
tapi dia mati-matian membunuhnya
Dialah yg Paling menyakitkan

Jumat, 10 Mei 2013

Nikah Muda

Nikah Muda.

Iri rasanya melihat mereka yg menikah muda.apalgi teman-teman yg sekarang nikah muda, kebanyakan adalah org yg pernah pernah sy kenal, org yg pernah dekat dg sy, berbagi sedikit cerita kehidupan dgku.

Ada rasa haru yg melingkupi dada melihat mrk yg akhirnya memaknai cinta dg ikatan halal. Tidak bermain-main dg cinta palsu berbentuk pacaran dan lainnya. Haru dan bangga...

Hari paling membahagiakan adalah hari dimana kita telah menjalin janji dg seseorang yg kita cintai. Dimana saat itulah kita siap menjalani kehidupan tak sendiri. Tapi dg seseorg yg kita cintai. Yg akan senantiasa menemani kita kala bahagia dan sedih.

Ah, kalau ditanya "apakah km tak ingin nikah muda dg mrk is?". Aku hanya tersenyum getir. Dlm hati hanya bisa menjawab "pengen pun kalau tak siap dan tak mampu apa dayaku?"

Ayolah, mungkin aku hanya bisa menatap mrk haru dan iri krn telah berani dan siap lebih awal menjalani kehidupan berdua dg yg mrk cintai. Disaat yg lain hny sibuk nulis status galau di fb dan twitter, yg lain sibuk pas mlm minggu kesepian ga pny kekasih hati, yg lain tiap hari ditempeli pacar, ah mrk yg dah nikah muda, fine-fine aja mau pacaran kapan aja. mau pasang foto dan status mesra itu terserah mrk. Yg blm sah nikah hny gigit jari maybe.

Tetapi menikah bukan hal semudah itu...
Setelah kita menikah, kehidupan sebenarnya telah menanti kita.
Menikah bukan soal kita sering berdua dg dia setiap saat, tapi menikah adalah saat kita menjalani kehidupan sebenarnya dg suami/istri. Membina rumah tangga. Mempersiapkan generasi selanjutnya. Menjadi seorang ayah. Menjadi seorang ibu. Mudahkah???

Sendiri memang tak menyenangkan. Karena pada hakikatnya manusia telah dianugerahi rasa cinta. Wajar memiliki rasa ingin disayang dan diperhatikan.

Jika memang belum siap tak perlu dipaksakan. menunggu lebih baik. Sampai waktu menjelang tepat.
Sembari menunggu tentu saja semakin belajar banyak kehidupan. menjadi calon bapak yg baik, menjadi calon ibu yg baik.

Kamis, 04 April 2013

Timbunan Mimpi Semuku

Senja sore itu begitu indah. Yah, memang senja memang selalu indah dan selalu menyihir mata bagi yg memandangnya. Seperti halnya ketika aku sedang duduk berdua dengan seorang cowok yg agak tambun di dekat taman kota. Kami duduk di pinggir air mancur serta menikmati enaknya es serut terenak di kawasan kota itu. Hari itu memang panas, sehingga penjual es mungkin memang sedang laris manis. Sore itu habis ashar setelah aku lelah seharian ngampus dg kegiatan kuliah serta praktikum, aku memutuskan untuk jalan-jalan ke taman kota yg tak jauh dari kampus. Kebetulan sekali aku bertemu dg Reyhan, sahabatku cowok yg kuliah di univ lain tp letaknya tak jauh dari univku. Sore itu kita tdk sengaja bertemu dan memutuskan untuk duduk sebentar melepas penat. 

Senja saat itu sedang indah, tapi wajahku tak menyiratkan keindahannya. Lelah memang yg kurasa, tp tepatnya bukan kelelahan yg membuatku muram. Tapi ada mendung tebal yg menaungiku sejak 2 hari yg lalu. Sungguh sejak hari itu, aku sama sekali tidak bisa tersenyum tulus. 
"Ciiee, yg sekarang sibuk, sampe sms aja ga pernah" celetuk Rey memecah keheningan. Aku pun cuma manyun alakadarnya. "Pliss ya, yg sibuk sy apa anda?Sms terakhir sy ga dibales, ngapain juga sms luuuuu"
Rey pun tertawa ringan. Org-org memang suka tertawa liat ekspresi mukaku yg agak alay ini. Whatever...
Bagiku asal mereka senang, itu kuanggap sedekah bisa buat org tertawa meski kalau dipikir aku terkesan sok polos. Asli, gue ga polos, cuma pura-pura polos...

"Hey, lu dicari tu sama tukang mie ayam"
"he?? siape emang? gue pilih tukang bakso"
"yakin? tukang mie ayamnya gateng loo"
"halah, siapa memang?"
"gue! hahaha"
aku pun manyun untuk kedua kalinya. Plis, aku ga bisa tertawa. Itu lelucon yg tidak lucu.

"Emang gue penting bagi km mpe km nyariin aku? Kmrn aje pas lagi sm aku, yg dibicarain si diaaaa terus"

Rey pun tertawa (lagi). mukanya agak bersemu merah. Ah, org jatuh cinta...
Serasa ingin lari ke laut aku, hiks

"Lo knp sih sebenere?" Tny Rey yg akhirnya bisa membaca cuaca mendung wajahku.
"Ga apa rey. Gue patah hati. Sakit..."
"Haha, diplester sonoooooo. Hari gini masih musim galau non?"
Aku pun terdiam. Sama sekali tak marah mendengar ejekan Rey. Karena itu memang benar. Aku saja yg bodoh kenpa harus terlalu mikirin hal ini. Tapi aku merasa sakit...
"Aku memang sudah patah hati sejak lama. Tapi bodohnya aku yg sama sekali tak mau menyadarinya sejak dulu. Terus saja menimbun mimpi-mimpi palsu, yg akhirnya saat kini kusadar, aku merasa telah dipukul berkilo-kilo ton batu. Ngilu dan sakit..."

"Hmmm.... cerita aja jika mau cerita. Aku memang cowok, dan ga pintar dijadikan tempay curhat. Tp setidaknya aku mau mendengarkan kok..."
Sekali lagi aku terdiam. Memang Rey adalah sahabat terbaikku yg kumiliki sekarang. Aku memang dari dulu bisa mudah berinteraksi dg orang, tapi tak mudah akrab. Dan Rey berhasil membuatku akrab dgnnya.

"km mungkin memang tak pernah bisa merasakan rey, krn kamu cowok. Aku adalah cewek yg tidak mudah suka sama seseorang, tp sekali suka, aku sulit melepasnya. Kau tahu kan? Aku telah mengenalnya sejak lama. Sejak kita awal masuk SMA. Dan sejak itu pulalah kita akrab sebagai sahabat, hanya sahabat. Aku pun sangat tahu siapa wanita yg berhasil memikat hatinya dulu. Dan sungguh aku hanya bisa berusaha bahagia melihatnya bahagia dg wanita itu. Padahal aku sakit melihatnya. Aku tak mungkin mengatakannya kalau aku menyukainya, dan aku memiliki rasa padanya lebih dari seorg sahabat. Tapi aku cukup tahu diri, dia akan selamanya menganggapku sebagai sahabat. Oleh karena itu biarlah aku memendam sakit ini daripada kami pada akhirnya merusak persahabatan kami. 
Lulus SMA aku masih akrab dgnya, tapi tak seakrab ketika kami masih SMA. Jarak dan waktu memisahkan kita. lulus SMA aku baru tahu kalau dia sudah putus dg wanita idamannya itu. Kita masih akrab dan tentu saja wanita g paling dekat dgnnya adalah aku krn aku sahabatnya, sedang dia pacar sudah tak punya. 
Belakangan kita kian akrab, dan sepertinya dia tahu kalau aku menyukainya. Dia dari dulu hanya diam. Tetap masih akrab dgku tapi tak pernah merespon perasaanku. Entah memang dia yg berusaha acuh thd perasaanku, atau memang dia tdk tahu perasaanku? Ga mungkin, dia tahu kok perasaanku. Tapi dia diam dan tak memberi jawaban apapun. Sungguh aku merasa digantungkan....
Kemarin aku bertemu dg wanita itu. Dan alangkah sakitnya hatiku, ternyata selama ini mereka masih berhubungan, tp aku tak pernah tahu. Dan yg membuatku semakin tercabik, mereka berdua diam-diam masih saling menyukai. 
Bodohnya aku. Aku memang akrab dgnnya, tapi aku tak boleh berharap lebih pdnya. Aku dan dia kan selamanya hanya sahabat, just sahabat kan??? 
Aku bodoh selama ini masih berharap padanya. Aku juga benci dia karena dia tahu perasaanku tapi dia tak pernah melaranagku untuk mencintainya. Dia membiarkanku untuk terus memendam perasaanku padanya, padahal dia sendiri sulit bahakan tak penah membuka hatinya untukku. Aku sangaaaat membencinya...!!"

Tak terasa air mataku meleleh. Entahlah, senja saat itu terlalu indah untuk dihiasi air mata. Tapi sungguh, aku tak bisa menhan rasa sakit ini. Aku terlalu menimbun mimpi begitu tinggi hingga akhirnya aku jatuh sendiri...

Rey memberikan tisue dan aku hanya pasra menerimanya. Senja mulai menggelap. Setengah jam lagi adzan maghrib berkumandang. 

"Tiara, kau boleh tetap sahabatnya, tapi satu yg kupinta. Jangan sekali-kali mempertahankan perasaanmu lagi. Kau tahu? Kau sama saja membiarkan dirimu sakit sekian lama. Kau dhalim. Andai selama ini kau tak terlalu memendam perasaan itu, aku yakin kau pasti sudah memiliki seseorg yg jauh lebih pantas untukmu. Atau kalaupun belum punya, setidaknya kau bisa selalu ceria, menjalani kuliahmu dg enjoy. Berusaha pacaran dg tugas dan kuliahmu. Setidaknya itu jauh lebih bermanfaat untukmu daripada kau terus menimbun harapan semu. Sudahlah...."

Aku tergugu mendengar penuturan Rey. Apa yg Rey bicarakan benar. Pada hakikatnya semua ini salahku...
Senja sudah tidak terlihat. Sore itu aku berusaha menyeka air mataku, dan mempersembahkan senyum tulus pada Rey. 
Yah, hidup memang terus berlanjut. Sudahlah, Biarkan daun yg jatuh tak menyalahkan angin. Semua akan terus berlanjut.... Masih ada Allah. Masih ada Rey, dan org-org yg mempedulikanku. Aku tak sendiri...

Selasa, 26 Maret 2013

Why I Like Read Tere Liye's Words

Aku suka kata-kata dari penulis favoritku, bang Tere Liye.
Entahlah. Mungkin karena bahasa bang Tere unik dalam menjabarkan sesuatu dan apapun yg dijelaskannya itu sering sekali terjadi padaku. Entahlah, rasanya seolah kata-kata bang Tere selalu bisa mewakili apa yg sering aku rasakan atau aku lakukan.
Walau aku yakin, banyak pula yg tidak menyukai Tere Liye. Mungkin karena bahasanya yg terlalu tinggi sehingga ada pula orang yg tidak paham dengan bahasanya. Seperti temanku April yg lebih memilih bahasa Andrea Hirata daripada Tere Liye. Menurut saya bahasa keduanya memang cukup tinggi, tapi mungkin april lebih menyukai gaya kata-kata Andrea Hirata yg lebih ke saintis dibanding Tere Liye yg lebih ke penyair. Tak apa, keduanya baik semua.
Agak kecewa saat aku pernah cerita ke temen saya mb Arwa bahwa aku suka baca tulisan-tulisan bang Tere Liye yg mengandung penuh makna itu. Tapi mb Arwa saat itu hanya bilang "biasa aja". Ngeeeekkk. Moodku langsung turun deh. Tapi yaudahlah, mb Arwa memang buka orang yg suka tulisan atau bacaan, dia aja jarang baca novel, yaudah, dunia yg digeluti memang beda. :p

Oke, aku ingin tertarik sekali dengan kata-kata bang Tere seperti ini "Jika ingin melupakan sesuatu/seseorang cara terbaik adalah jangan dilupakan, Jika ingin diperhatikan cara terbaik adalah jangan memperhatikan". Sejenak mungkin membingungkan bukan? Tapi kenyataan itu memang benar!! Hey, aku berani mengatakan benar karena aku memang sudah pernah melakukannya. Dan itu memang benar.
Coba dipikir, saat kita mungkin galau memikirkan dia yg disana, galau karena tidak pernah digagas alias dicuekin atau di.php.in, ujung-ujungnya kita patah hati dan ingin melupakannya bukan? Tapi saat kita berusaha melupakan, kita bukannya lupa tapi malah ingeeeeetttt terus. Ya kan? Memang benar kok. Karena apa? Kita pada hakikatnya tidak bisa melupakan sesuatu, tapi hanya bisa menggantikan apa yg kita pikirkan dg hal lain. Mungkin saat kita buka album kenangan masa kecil kita jadi teringat memory dulu yg pernah kita lupakan bukan? tapi keinget lagi setelah buka album tersebut. Sama dengan si dia atau masa lalu kita. Dia tidk akan pernah kita lupakan kecuali kita menggantikan pikiran tentang semua itu dengan hal lain.
So, jika kita ingin melupakan, jangan malah dilupakan. Tapi berusahalah memikirkan hal lain, mencari kesibukan yg jauh lebih menarik dipikirkan, maka kenangan masa lalu atau si dia otomatis akan tergantikan dan lama-lama akan terlupakan.
kemudian, bila kita ingin diperhatikan, jangan memperhatikan. Kita sering bukan caper pada seseorang yg kita sukai agar dia memperhatikan kita. Boro-boro diperhatikan, bahkan si dia pun mungkin tidak kenal kita. hiks. sebenarnya orang caper itu bikin risih. Ya kalau dia suka kita terus kita caper mah dia pasti respek. Tapi kalau ga? Bukanya dikira kita posesive atau agresif malah? Sungguh kalau kita merasa menarik atau cantik, malah jangan caper, tapi bersikaplah biasa. Karena hal itu justru yg membuat kita unik dan menarik. Beda dengan orang cantik tapi bersikap paling cantik, dia biasa saja malah. Terus bagaimana si ida yg kita suka bisa memperhatikan kita? kenyataan adalah, jika kita sok perhatian sama dia, dia malah jual mahal atau cuek. Tapi kalau kita biasa saja, bisa saja dia diam-diam malah memperhatikan kita. Buktikan saja!

Kemudian kata-kata ini lagi yg unik dari bang Tere, yaitu "Kita rindu tapi juga takut dengan kemungkinan sebuah pertemuan bukan?".
Kalau hal ini tak semua orang mengalaminya, hanya orang-orang tertentu saja. Karena pada kenyataan saat bang Tere memposting tulisan ini, banyak pula yg membantah. Banyak yg mengatakan, yg namanya rindu mesti pengen ketemu dan saat ketemu bukannya takut, tapi malah seneng atau malah diharapkan bukan? Tapi tidak bagi orang-orang tertentu. Tidak bagi seorang akhwat/ikhwan yg senantiasa menjaga hatinya. Justru dengan adanya pertemuan, mereka malah takut. Tentu saja mereka sebenarnya juga rindu pada pujaan hatinya. Tapi perasaan mereka hanya mampu mereka pendam sampai waktu benar-benar mengijinkan perasaan itu diutarakan. Dengan adanya pertemuan, mereka takut perasaan yg mereka jaga menjadi terpecah dan tidak terkendali. Kita tahu, efek pertemuan selalu mengundang rindu bukan mengobati rindu. Oleh karena itu, bagi mereka yg terjaga hatinya, yg berusaha mengendalikan rindu, takut dengan adanya pertemuan karena mereka takut merasakan rindu lagi, rindu yg salah dan belum waktunya.

Oleh karena itu, kata-kata bang Tere unik. Tidak semua orang paham dengan kata-kata yg dibuat bang Tere, tapi saat kita mengalaminya, kita baru tahu, bahwa ucapan bang Tere terkadang benar walau sekilas dibaca kata-katanya nyeleneh. karena itulah sebenarnya manusia. Manusia itu banyak nylenehnya, dalam hati berkata A padahal hatinya B. Itu memang benar bukan?

Kamis, 14 Maret 2013

Hanya Hatimu Yang Bisa Menjawab


Diam. Itu yg bisa kulakukan. Hanya diam....
Bukan karena aku marah, bukan karena aku sedih. Tapi lebih tepatnya aku tak tahu aku harus bersikap apa. Hidup itu rumit, bahkan orang seperti apapun tak akan bisa mendefinisikan hidup itu apa. Hidup itu betul-betul rumit...

Suatu hari aku bertanya pada sahabatku yg sedang terlihat murung. Persis seperti orang patah hati. Aku menepuk bahunya pelan dan duduk disampingnya..
"kamu knp? persis seperti org patah hati?" kuberkata sambil tersenyum dg niat ingin menghiburnya. Tapi yg kudapati wajahnya semakin murung dan masam.
"Mungkin iya aku patah hati...." ucapnya lirih. Aku menghela nafas diam. Memang benar, patah hati selalu menyakitkan. Bahkan orang sepintar apapun, dia bisa bodoh dan frustasi gara-gara patah hati. Bahkan orang seriang apapun, dia bisa kehilangan semangat gara-gara patah hati. Bahkan orang yg sekarang sangat bahagia pun tiba-tiba bisa sedih gara-gara patah hati. Kenapa? Hati itu apa? Kenapa harus dipatah-patahin??

"wanita adalah penghuni terbesar di neraka. Karena wanita kurang akal dan kurang agama. Tapi mengapa? bukankah itu takdir? Allah menakdirkan wanita itu haid tiap bulan, sehingga pahala sholatnya berkurang, pahala puasa ramadahan tidak sempurna. Allah menganugerahkan wanita perasaan yg sangat dominan, sehingga dia mudah menangis, mudah tersinggung, mudah kecewa, mudah sedih, mudah berkeluhkesah. Tapi wanita tidak meminta bukan??? kenapa hidup itu tak bisa dimengerti....?" ujarnya lagi. Kali ini mendung sempurna tebal menutupi wajahnya yg cantik itu. Aku tersenyum pahit...

"Kalau kau bertanya seperti itu, itu sama saja seperti orang miskin yg bertanya "mengapa aku ditakdirkan miskin?", atau seorang bayi yg dibuang oleh ibunya "mengapa aku harus dibuang? apa aku tak diharapkan lahir dg hidup nyaman?", dan masih banyak lainnya.." aku menjawab perlahan.

Dia diam membisu. Mungkin masih mencerna kata-kata yg kuucapkan.

"Semua itu diciptakan karena sebuah kesempurnaan. Kau tahu? Allah telah mengatur hidup kita yg demikian rumit ini dg perhitungan yg akurat. 100 % tidak meleset. mengapa wanita harus diberi haid? Karena dlm ilmu sains, wanita yg tidak haid dy tdk normal, dy tdk sehat. Wanita adalah calon ibu yg melahirkan generasi-generasi di dunia ini. Dan prosesnya? Dia harus melewati fase haid. Haif juga membersihkan darah-darah kotor yg ada pada rahim. Apa lelaki punya rahim? kemudian mengapa wanita harus didominasi oleh akal? karena dialah yg mengurus suami dg sepenuh hati. Karena dalah yg membesarkan anak dg perasaan kasih sayang yg tiada terkira. Semua itu telah diatur.... Baik kau diciptakan lelaki, wanita itu sama saja. derajat tertinggi bagi allah adalah amal perbuatan"

Tak terasa wanita itu menangis. Kemudian dia berhambur di pelukku. Aku mendekapnya tenang. 

"Sahabat, orang yg paling pintar, dia memiliki berjuta pertanyaan yg tdk bisa dijawab oleh siapapun. Termasuk hidup. Bahkan aku tak bisa, Rasul pun tak bisa menjawab hidup itu adalah apa. Hidup terlalu rumit, dan banyak makna yg mungkin tercipta."

"Lalu mengapa kita seperti dikendalikan oleh sebuah hati? Ketika kita menyukai seseorang dan waktu belum tepat menjawab perasaan kita, kita selalu dikendalikan perasaan yg rumit. terkadang kita bisa tiba-tiba senang bila kita diperhatikan. Tapi kita juga tiba-tiba bisa sedih karena diacuhkan. mengapa? Ketika kita menyukai seseorang, kita selalu berharap dia jg punya perasaan sama. Tapi alangkah menyakitkannya ketika kita menyukai seseorang, dan dia juga menyukai kita, tapi dia membunuh rasa itu. Dia memutuskan melupakan, tidak menghiraukan. mengapa??"

Aku kembali tersenyum. betul, itu menyakitkan.....

"Hati dan perasaan hanya dirimulah dan Allah yg tahu. kau menyukainya, tapi hanya dirimu dan Allah yg tahu. Dia menyukaimu, tapi dia tak mau jujur. Itu hanya Allah dan dia yg tahu mengapa seperti itu. Lantas apakah kita menyerah saja dan memutuskan melupakannya juga? Jawabannnya ada pada dirimu. hanya kau yg tahu..."

Dia kembali  tergugu. Pilu memang kalau sudah menyangkut cinta. Cinta bisa membuat orang bahagia luar biasa. Tapi cinta pula yg membuat orang sedih tak terkira....

Hanya hati yg tahu semua perasaan kita. Perasaan kita tentang hakikat ikhlas dengan hidup apapun keadaan kita. Hati yg tahu apakah kita hanya bisa berharap menunggu sesuatu yg tdk pasti, terus berharap hingga mungkin terluka atau bahagia. Atau tetap bersabar dengan kehendak-Nya? hanya hatimu yg tahu......


(Repost jugaaaa :p)